Skip to main content

Menyikapi rasa kecewa

Assalamuallaikum..

Di dalam kehidupan selalu ada periatiwa yang unik yang tidak pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya. Beberapa hal menyenangkan tapi juga ada yang menyedihkan. Kita memang tak pernah tau apa maksud dari kejadian tersebut, kadang kita terlalu gembira dgn hal ini , kadang juga kita marah ataupun kecewa dengan hal ini. Namun sudah sepatutnya kita mengetahui bahwa yang Maha Mengatur telah menentukan semuannya dengan "pas" sesuai kondisi kita, hanya saja kita sering terburu buru mengambil sikap.

Ketika kecewa melanda kita, yah kita harus tetap berpikiran positif , jernih tanpa melibatkan emosi. Memang menahan emosi kita bukan semudah memasak air atau yang lainnya, karena itu diperlukan latihan. "Siapa yang melatih?" Yah adalah Allah yang banyak memberikan latihn kepada kita, jelas tujuanNya adalah agar diri kita semakin kuat, karakter kita terbentuk dan diharapkan kita menjadi bijak dalam menyikapi permasalahan apapun. Masalah tiada yang besar selama kita melibatkan Allah, menjadikan Dia satu satunya Tuhan didalam hidup kita. Bukan menuhankan orang tua, uang , jabatan dsb .

Memang kecewa adalah hal yang wajar karena kita manusia, namun terlalu lama dalam kekecewaan, kemarahan dsb, bukan juga merupakan hal yang baik bagi kita,jatuh yah langsung bangkit lagi. Agar mudah bangkit saat terjatuh adalah dengan menyengajakan diri untuk berlatih sabar, ikhlas dan rendah hati. Maafkan diri anda, maafkan pula orang lain yang dengan menyengaja melakukan hal itu, insya 'Allah kita akan terbiasa dengan hal hal tersebut. Pikiran dan sikap akan menjadi lebih bijak lagi dari sebelum nya.

Yang terpenting dalam setiap kekecewaan ,kemarahan bahkan kebahagiaan sekalipun adalah dengan melibatkan Allah di segala aspek kehidupan kita . " wong Dia yang punya kita , pasti juga Dia tau yang paling baik bagi kita"

Wassalamuallaikum

Comments

Popular posts from this blog

Ngaji psikologi 1 | Kenalan sama freud

Assalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Kali ini ada yang beda dari blog ini. Ya seperti judul diatas, insya'Allah akan ada seri ngaji psikologi. Ngaji sendiri berasal dari istilah "ngatur jiwo" dan psikologi asalnya dari bahasa latin yang artinya "ilmu jiwa". Jadi ada korelasi diantara "ngaji" dan "psikologi" . Karena ilmunya ngaji adalah psikologi ( opo sih saa???). Ok bahasan diatas gak penting. ABAIKAN saja... Ini adalah om freud  * from google.com * from google.com Cakep kan?dan dia adalah perokok aktif, bahkan konon sebab dia meninggal juga karena rokok. Untuk kehidupan pribadinya atau biografinya tidak akan dijelaskan disini ya. Freud adalah bapak psikoanalisa. Psikoanalisa ini erat hubungannya dengan psikologi yang berhubungan dengan kepribadian. Jadi teori teori freud ini akan banyak ngebahas tentang kepribadian. Untuk itu temen temen bisa mengenal diri sendiri melalui teori freud ini. Kan da...

Wasilah rebana dan diba'an

Assalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh. Oy... Salam sejahtera bagi kita semua ( hahaha ) Salam diatas adalah salam formalitas yang wajib diucapkan di negeri Indonesia. Bahkan "assalamuallaikum" kalah wajib dibanding salam tersebut. Tapi bukan itu yang akan dibahas di artikel atau refleksi ini. Kali ini kita akan ngebahas budaya rebana dan diba'an atau muludan yang akrab sekali dikehidupan kaum nahdliyin . Seperti yang kita ketahui sudah 71 tahun lebih kaum nahdliyin mengawal dan menjadi katalis atau sampel dari islam di Indonesia, meski beberapa tahun terakhir posisinya sedikit bergeser dengan adanya kabilah kabilah luar yang mulai mengenalkan islam mereka ke bumi nusantara. Dan ternyata penduduk negeri kita ini tanpa disadari sudah lebih tertarik ke paham para pedagang tersebut. Ahh sepertinnya obrolan nasi kucing kali ini bisa jadi lebih berat kalau kita terus menerus membahas mereka. Sejatinnya dari nasi kucing kita benar benar belajar tentang apa itu I...

Bahaya berteman dengan keluarga di medsos

Pernah ngga kalian ngerasa risih berteman dengan saudara sendiri di sosmed. Atau berteman sama orang tua, guru, dosen (apalagi dosbing)? Saya mau membagi sedikit cerita saya mengenai hal tersebut. Seperti biasanya kalian nda perlu terlalu serius pas ngebacanya. Dulu atau mungkin sampe sekarang kalik saya masih membatasi pertemanan dengan seseorang yang masih punya hubungan sedarah dengan saya. Karena saya merasa bahwa rahasia saya di medsos bakalan terbongkar ketika temenan sama saudara sendiri. Coba bayangin, ketika kalian kumpul bareng sekeluarga besar. Tetiba ada saudara kalian yang nyeletuk kesemua orang disitu tentang kondisi kalian di medsos, semisal " Eh, si Arsa lagi galau lho. Kalau nulis status galau-galau terus". What do you feel ? Pie perasaanmu ? Mungkin ada yang biasa saja, karena emang udah sering digituin atau emang dia rai gedek. Tapi bagaimana dengan yang hatinya sensitif, mudah malu, mudah terluka, dsb. Pasti akan sangat malu dan ba...